Kisah「Baccarat Pot」 Windy Cantika, dari Angkat Paralon hingga Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:IndonesiaGaming

KeBBaccarat Potaccarat PotberhBBaccarat Potaccarat Potasilan WinBaccarat PotDy menyumbang medali pertama bagi Indonesia, tentu menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, terlebih kedua orang tuanya.

Dia hanya kalah dari lifter China, Hou Zhihui, yang meraih medali emas dan lifter India, Chanu Mirabai, yang menyabet perak.

Dikatakan Siti Aisah, Windy sejatinya tidak ditargetkan meraih medali di Olimpiade Tokyo.

"Senang sekali, karena awalnya dia tidak ditargetkan apa-apa, bisa lolos ke Olimpiade saja sudah bersyukur. Tetapi alhamdulillah dia bisa berbuat baik untuk Indonesia buat Kabupaten Bandung," kata Siti Aisah kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Windy Raih Perunggu Olimpiade, Ridwan Kamil Siapkan Bonus Rp 300 Juta

Lifter berusia 19 tahun itu sukses menyumbangkan medali perunggu dari cabang olahraga angkat besi kelas 49 Kg.

Namun siapa sangka, gadis asal Kabupaten Bandung itu mampu memberikan prestasi gemilang untuk bangsa dan negara.

Siti Aisah, ibunda Windy, mengaku tak menyangka putrinya bisa meraih medali di Olimpiade Tokyo.

"Saya tidak menyangka dia bisa mendapatkan medali perunggu. Jadi Olimpiade ini olahraga ajang yang bergengsi jadi bisa ikut juga sudah bersyukur," sambung dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Windy Cantika Aisah menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo.

Windy menorehkan total angkatan 194 Kilogram, dengan snatch 84 Kilogram dan clean & jerk 110 Kilogram.