Bookmaker website_Live Baccarat_European online betting_Baccarat Probability Table

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:IndonesiaGaming

Mbet365 alternate URLubet365 alternate URLngbet365 alternate URLkin akan lebibet365 alternate URLh berarbet365 alternate URLti lagi jika kamu yang lebih dulu chat ibumu. Walaupun ibumu masih saja gaptek tapi beliau berusaha untuk mendampingimu lewat WA. Nggak ada yang salah dengan hal ini, kamu syukuri saja karena bisa bikin kangen kalau ibu tumben-tumbenan nggak mengirim pesan kepadamu.

Ibu:      Bau rokoknya itu pas tidur, hih!

Coba kamu telpon sana, Ndi

Selamat Hari Ibu, Bu!

Kemajuan teknologi jangan sampai memotong silaturahmi karena sejauh ini malah kadang media sosial menjauhkan yang sebenarnya dekat. Atau kita tak pernah sebegitu dekat ketimbang di medsos. Eaaaa!

Kamu: Biar, Mak biar… ketemu temennya

“Kak, kok kamu nggak balas chat Mama?” tanya seorang ibu kepada anak pertamanya di sore yang petang. Si anak diam seribu bahasa sambil menatap nanar ke arah wajah ibu. Ibu itu memasang senyumnya sedikit penasaran. Ternyata si anak yang baru kelas 2 SMA itu punya alasan kuat kenapa dia nggak membalas WA sang ibu. Alasannya, mereka satu rumah dan saat ibunya mengirim pesan lewat WA, yang sebenarnya terjadi adalah keduanya sedang bersama-sama di ruang tengah, menonton televisi. Jadi menurut si anak, WA dari ibunya sungguh jauh dari urgensi untuk dibalas. Lumrah, kan?

Tiba-tiba ngomongin kelakuan Bapak yang bikin Ibu kesal … . via www.hipwee.com

Kecanggihan teknologi dan kemajuannya yang lumayan pesat di sektor komunikasi akhir-akhir ini membawa orang tua untuk terlibat dalam sulam kelindan keriuhan di dalamnya. Mereka yang gagap, dipaksa hanyut dan terhuyung-huyung. Seperti ibu kita yang tampaknya terlalu renta untuk mengoperasikan WA (WhatsApp), tapi nggak masalah, karena kita sudah terlanjur mengamini selorohan “tidak ada kata terlambat untuk belajar”.

Ibu:      Bapakmu di mana?

Kalau ngeronda malem nggak pulang-pulang

Pasti nanti ngeluh meriang/masuk angin

Nah, dengan mengucap syukur, silakan nikmati keseruan ber-WhatsApp ria dengan ibu tersayang. Perlu digarisbawahi, bahwa jika ada salah-salah kata atau sulit dibaca teksnya itu bukan berarti kamu disleksia, melainkan karena ibumu mungkin “gemar” saltik (typo) atau menyerahkan diri sepenuhnya pada autocorrect bawaan ponsel pintar mereka.