Blackjack Algorithm_Baccarat Lucky Six_Lottery betting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:IndonesiaGaming

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Kalau seseoranGambling termsg terus-terusan lari Gambling termsdari emosinGambling termsya dan menolak Gambling termsbuat mengakui yang ia rasakanGambling terms, maka emosi-emosi tersebut akan menumpuk menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Jadi pada intinya, baik emosi negatif maupun positif, keduanya gak dibenarkan jika berlebihan.

Sepintas tidak ada yang salah dari kalimat di atas. Tapi oh tapi, ini adalah contoh toxic positivity. Jika kamu sering gini saat temanmu berkeluh kesah, dapat diindikasikan bahwa kamu termasuk orang yang berlebihan dalam menerapkan good vibes only. Ingat, nggak semua orang bisa menerima kalimat positif sebagai hal positif loh, apalagi pas lagi galau berat. Mereka bisa jadi malah kesel. Ibarat temanmu jatuh pas jogging nih, kakinya terkilir dan sakit banget buat jalan, terus kamu lihat dia sambil bilang:

Bahagia tidak sama dengan tidak sedih loh. Emosi negatif adalah sesuatu yang harus diterima. Manusia harus mengenal sedih buat bisa merasakan bahagia. Menangis, marah, dan emosi negatif lainnya tidaklah selalu buruk.

Barangkali memang agak aneh, tapi cobalah untuk berterima kasih pada temanmu yang sudah berusaha membagikan unek-uneknya, sekaligus memberikan kepercayaannya padamu. Bagi sebagian orang, nggak gampang loh buat menceritakan isi hati.

Jika masalah temanmu cukup berat dan kamu merasa nggak mampu mendengarkan dengan baik, jangan ragu buat menyarankan dia menemui tenaga profesional seperti psikolog dan mentor.

Selain jelas tidak akan di-judge, temanmu juga bisa mendapat pandangan yang selama ini tidak ia sadari. Saran yang diberikan praktisi psikologi juga jelas tidak akan toxic karena mereka telah mempelajari gimana nge-treat dan membuat kondisi kliennya membaik.

Maka dengan ucapan terima kasih, temanmu akan merasa dihargai dan diberi ruang untuk menceritakan kegalauannya tanpa risau bakal di-judge atau disudutkan. Terkesan sepele sih, tapi serius, ini bakal bikin temanmu merasa lebih nyaman. Coba praktekin deh!

So, usahakan untuk nemenin doi menerima dan mengelola emosi negatifnya tanpa membuat ia semakin tertekan, ya!

Jadi, daripada mengeluarkan komentar yang bikin down, kamu bisa memberikan dukungan dengan cara-cara sederhana seperti menanyakan apa yang bisa kamu bantu atau mengirim makanan favoritnya. Dengan begini, teman kamu bakal bener-bener merasa didengar dan ditemani.

Hidup dan masalah adalah dua hal yang nggak bisa saling lepas, seperti kamu dan mantan (eh, canda mantan). Ketika seseorang mulai overwhelming dengan masalah-masalahnya, ia cenderung akan bercerita kepada circle terdekat yang dimilikinya, baik untuk menemukan jalan keluar ataupun sekadar meringankan beban di hati. Nah, ketika ada teman yang lagi galau begini nih, respons seperti apa sih yang biasa kamu berikan? Hayo, hati-hati lho, ya. Salah-salah kata justru bisa membuatnya makin down dan kamu jadi teman yang toxic. Nggak mau, kan? Makanya, yuk, simak tips berikut!

“Nggak usah dipikirin terus ah, banyak tauk yang lebih susah dari kamu. Life must go on, cheers!”

Jangan sekali-kali mengeluarkan kalimat ini. Kalaupun kamu pernah ada di posisinya, ingatlah bahwa dia bukan kamu. Kamu dan dia memiliki proses tumbuh yang berbeda. Caramu menyelesaikan masalah tersebut bisa jadi tidak dapat diterapkan olehnya aka doesn't works untuknya, dan perbedaan ini adalah sebuah kewajaran.

Yap, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu pakai saat temenmu lagi curhat. Anyway, terima kasih juga untuk kamu yang sudah berusaha jadi teman baik!

“Nggak usah dirasain ah, yuk lanjut lari, jangan terlalu dipikirin sakitnya, yuk bisa yuk gitu doang, yang lain aja masih bisa lari loh,”

See, ngeselin kan? Temanmu sedang butuh pertolongan, tapi ketika good vibes only terlalu kamu paksakan untuk ia terapkan di kondisinya, bisa jadi justru membuat dia kesal bahkan memicu pikiran-pikiran negatif yang bakal bikin dia merasa buruk.

Proses penerimaan emosi negatif justru menjadi salah satu cara buat bikin seseorang merasa lebih lega, aware dengan apa yang sedang terjadi, lalu jadi tahu apa yang harus dilakukan.

“Ah gitu doang, aku pernah bla bla bla dan tetep bisa baik-baik aja,”