Sports online_Baccarat betting method_Bali Casino_Baccarat Live Entertainment_Baccarat APP

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:IndonesiaGaming

Seperti pIndonesia online gamblingada umumIndonesia online gamblingnya, prosesnya pun sama seperti pasangan lain yang seagama kok. Mulai dari kenalan, muncul rasa cocok dan nyaman, Indonesia online gamblinghingga kemudian berubah jadi rasa sayang dan takut kehilangan. Pasangan beda agama juga merasakan momen jatuh cinta yang sebenarnya lumrah dialami siapa saja, termasuk dua orang yang punya keyakinan berbeda.

Yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku dilarang kawin.

Kamu yang menjalani pacaran beda agama pasti juga sudah banyak tahu tentang hal ini. Hanya saja, disodori pertanyaan macam ini memang kadang bikin kamu baper. Akibatnya, kamu jadi sedih dan kenyataan bahwa hubungan beda agama akan sulit dijalani semakin meneror dirimu.

Yang pasti, gak ada orang yang sengaja ingin menentang aturan kok. Tapi sebagian besar akan mengaku “gak punya pilihan lain”. Perasaan yang begitu kuatlah yang akhirnya membuatmu menemukan dia. Meski hubungan ini akan lebih rumit daripada hubungan seagama, tapi toh kamu masih mantap menjalaninya.

“Ya kalau boleh milih sih mau yang seagama, ganteng, kaya raya, anak tunggal, mapan, terus mencintai aku apa adanya deh…”

Berpindah agama memang jadi solusi yang dipilih banyak pasangan beda agama di luar sana yang memang akan menikah. Ada yang memang terpanggil hatinya untuk akhirnya mengikuti agama pasangan, tapi ada juga yang sekadar cari cara paling aman dan katanya gampang. Padahal, berpindah agama pastilah sesuatu yang sangat tidak sederhana. Agama itu urusan hati, dirimu sendiri, dan yang kamu yakini sebagai Tuhanmu. Kompromi dan negoisasi soal ini mungkin saja terjadi, tapi sekali lagi, agama itu tentang apa yang kamu yakini dalam hati.

Yang pasti, Indonesia mengakui adanya 5 agama. Undang-undang juga menyebutkan tentang kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Pada akhirnya, anak-anak pun akan mendapatkan kebebasan itu setelah mereka genap berusia 17 tahun nantinya.

Dalam pasal 8 UU Perkawinan, lebih dipertegas lagi dalam kondisi apa saja perkawinan dilarang:

Nah, kalau ditanya “Keluargamu sudah tahu? Apa mereka setuju?” tentu jawabannya macam-macam. Banyak pasangan yang memilih terbuka dengan keluarga, tapi tak sedikit pula yang memilih merahasiakannya alias backstreet lantaran takut ditentang. Padahal, ada pula lho keluarga yang bisa selow dan mengizinkan anaknya punya pacar yang beda agama.

“Hmmm… Namanya juga cinta.” *sambil senyum-senyum sendiri

Sebagai warga Indonesia sekaligus pemeluk agama yang baik, peraturan dan norma mengharuskan anak-anak memeluk satu agama sejak kecil. Hal ini juga penting untuk menentukan perihal pelajaran agama apa yang akan diterima si anak saat mengikuti pendidikan di sekolah.

Sementara, tidak semua agama mengizinkan penganutnya menjalani hubungan (pernikahan) beda agama. Bahkan yang secara terang-terangan melarang pun ada. Belum lagi, aturan atau hukum negara juga tidak mengakui pernikahan jenis ini. Itulah mengapa hubungan beda agama dianggap tabu atau menyimpang karena memang tak sesuai aturan agama dan negara.

Sayangnya, hukum pernikahan sipil di Indonesia tidak memungkinkan pasangan beda agama untuk menikah secara sah di hadapan hukum. Dalam pasal 2 Undang-Undang Perkawinan ayat 1 disebutkan bahwa:

Jadi, semua kembali pada pilihan masing-masing kok. Susah dan mudah itu relatif, sedangkan perbedaan itu niscaya. Apakah mau melanjutkan hubungan beda agama, putus saja, atau seumur hidup melajang pun itu pilihanmu sebagai manusia. Ketika pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang di sekitar mulai menghantuimu, ya udah sih sabar aja!